Langsung ke konten utama

SEJARAH DESA


Desa Pattedong Selatan adalah salah satu dari 13 (tiga belas) Desa dan Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak tahun 2008. Desa ini memiliki sejarah yang panjang dengan segala bentuk perubahan administratif sejak Pemerintahan Kerajaan Luwu, Kolonial Belanda, Pendudukan Jepang, basis Pemerintahan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) hingga Kedaulatan Pemerintahan Republik Indonesia.

Desa Pattedong Selatan adalah desa agraris yang sebagian besar penduduknya bercocok tanam dengan komoditi andalannya adalah Kakao. Berikut gambaran sejarah panjang perjalanan dan perkembangan desa ini :

Awal pengaruh pergolakan DI/TII pimpinan Abdul Kahar Muzakkar dalam wilayah Luwu dan sekitarnya, Kampung Pattedong dibawah pimpinan seorang Kepala Kampung bernama Sappo (alm) (1953-1958). Kurun waktu tersebut, Pattedong sepenuhnya dalam penguasaan DI/TII sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat Pattedong tidak menentu karena mereka hidup dalam pengungsian di hutan belantara. Penguasaan ini berlanjut hingga tahun 1964. Selepas penguasaan DI/TII, Desa Pattedong berubah nama menjadi Desa Jenne Maeja (1964). Kepala Desa Jenne Maeja 1964-1967 adalah Abdul Rauf (alm). Dalam kurun waktu tersebut, masyarakat sudah keluar dari hutan dan mulai membangun ekonomi mereka dengan membuka lahan pertanian (bercocok tanam padi). Berlanjut pada pemerintahan beliau (Abdul Rauf) yang kedua pada tahun 1970-1982.

Desa Jenne Maeja berubah nama kembali menjadi Desa Pattedong pada tahun 1985. Kondisi ekonomi masyarakat mengalami perubahan oleh karena masa sebelumnya, bercocok tanam pada lahan basah, merubah fungsi menjadi lahan kering (perkebunan) dengan menanam jenis komoditi kakao, pisang dan palawija.

Produksi tanaman masyarakat Desa Pattedong khususnya pada tanaman kakao mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehingga taraf ekonomi masyarakat meningkat. Produksi yang melimpah tersebut, memungkinkan masyarakat mulai membangun dari berbagai segi, antara lain :

a.         Perumahan (rumah panggung menjadi rumah permanen).

b.         Religi (membangun mesjid dan ibadah haji).

c.          Pendidikan (Kepala keluarga mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga tingkat Perguruan Tinggi).

Selama satu dekade tersebut, masyarakat menikmati kesejahteraan hingga pada penghujung tahun 1999 dimana banjir bandang yang menggenangi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kec. Bupon, Ponrang *) dan Kamanre, mengakibatkan tanaman kakao mengalami penurunan produksi yang sangat drastis. Penyakit tanaman mulai muncul terutama busuk buah dan hama PBK.

Memasuki tahun 2000, kondisi perekonomian masyarakat Desa Pattedong semakin memprihatinkan. Produksi tanaman kakao tahun sebelumnya mampu mencapai ± 800 kg/Ha, namun pada tahun 2000 mengalami penurunan produksi sekitar 37,5 % (produksi tanaman kakao petani hanya pada kisaran ± 350-500 kg/Ha). Tahun 2002, produksi sedikit mengalami peningkatan setelah petani/masyarakat mengikuti program PsPSP (Panen sering, Pemangkasan, Sanitasi dan Pemupukan) oleh ACDI VOCA(2001/2005).

Pada tahun 2003, banjir bandang kembali menggenang lahan perkebunan dan pemukiman warga Desa Pattedong. Kembali tanaman perkebunan rakyat mengalami kemerosotan. Peristiwa yang sama kembali terulang pada tahun 2008.

Kemerosotan kembali sangat terasa di awal tahun 2004, produksi kakao semakin menurun. Tertinggi hanya pada kisaran  300 Kg/Ha. Hama dan penyakit tanaman bertambah, seperti : VSD, penggerek batang dan anai-anai yang merusak akar dan batang tanaman kakao.

Melihat kondisi perekonomian masyarakat di Desa Pattedong Selatan secara khusus, dan Prov. Sulawesi-Selatan secara umum, maka oleh Pemerintah Pusat dicanangkanlah sebuah Gerakan Nasional perbaikan mutu dan peningkatan produksi kakao (Gernas Kakao) pada tahun 2009. Khusus Desa Pattedong Selatan, 104 Ha masuk dalam program Peremajaan dan 75 Ha yang masuk dalam program Intensifikasi damun tidak dapat meningkatkan penghasilan masyarakat.

Memasuki tahun 2016 di bawah pemerintahan bapak Ridwan, S.Sos melakukan alih lahan dari perkebunan ke persawahan hingga saat ini.

Sejak dimekarkan pada Tahun 2008 Desa Pattedong Selatan sudah ada 5 (lima) kepala Desa. Berikut nama-nama Kepala Desa Pattedong Selatan Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu sebagai berikut:

 

Daftar Nama Kepala Pattedong Selatan

NO

NAMA

TAHUN

KETERANGAN

1

ABDUL RASYID RAUF

2009-2014

Kepala Desa

2

DAMIR

2014-2015

Penjabat Kepala Desa

3

RIDWAN, S.Sos

2016-2022

Kepala Desa

4

SALEH, S.AN

2022

Penjabat Kepala Desa

5

ISHAK

2022-Sekarang

Kepala Desa


Komentar

Postingan populer dari blog ini